Bicara satu bahasa
tapi dengan nada yang berbeda
sulit untuk kupahami
sukar untuk kau renungi
Bak menerka pertanda dari semesta
yang terkadang datang tak terduga
Aku menerka tiap pancaran sinar matamu,
apakah itu sebuah pertanda bahaya
atau isyarat bahagia
Dan kau membaca apa maksud hatiku.
jawab semua tanda tanya itu.
dengan senyum sendu riang milikmu.
Kemudian aku terbangun dari mimpi indah itu.
Tersadar bahwa kau hanya bunga tidurku.
ps:
kadang berharap mimpi itu ga cuma sekedar jadi bunga tidur,
tapi ternyata cuma waktu yang bisa jawab harapan..
ngomong apa sih lu
ReplyDeleteahahaa