Ku ungkapkan sebuah analogi
akan sebuah mimpi
yang jadi nyata dalam kemungkinan 1000 banding 1
Aku sang pejuang tanpa peluh
merelakan diri mengayuh dan membiarkan tiap rotasi roda ini membawa kita ketempat yang jauh.
Antabrantah tanpa nama tanpa arah.
Mungkin saat ini kita bak matahari dan bumi,
yang tekadang rotasinya menghantarkan kita saling berjauhan,
namun pada akhirnya nanti bertemu kembali.
Entah doa apa lagi yang harus terpanjatkan.
Yang kita tahu tuhan maha pemberi jalan.
entah apakah jalan ini menyatu di akhir nanti,
yang pasti semua akan terbiarkan menjadi misteri.
Biarkan semesta menjawab pada akhirnya nanti.
aaaaaaa
ReplyDelete