Ah ya..
Hari ini benar-benar melihat wajah kecewa seorang ayah..
Aku bisa melihat harapannya yang dulu menggebu namun kini sirna begitu saja..
Bak debu yang di terpa angin..
Aku bisa melihat sorot mata putus asa yang jelas terpancar dari kedua bola matanya..
Terlontar kata-kata dari mulutnya soal.. "yasudah biarkan saja"
Tapi aku jelas sangat tahu isi hatinya.
Ia hancur..
Benar-benar hancur..
Padahal yang diinginkannya sederhana..
Melihat anaknya hidup bahagia kelak..
Mandiri tanpa butuh bantuan orang lain..
Tak tersirat sedikitpun bahwa semua usaha ini adalah untuk pribadinya sendiri..
Tak tersirat sedikitpun soal cari untung di suatu hari nanti..'
Ia hanya mengharapkan bahagia kelak..
Di hari tua nanti dapat pergi dengan tenang..
Karena tahu bahwa ia menjalankan tugasnya dengan sangat baik sebagai seorang kepala keluarga.
Namun, apa bisa dikata..
Harapan tinggal harapan..
Tuhan..
Berilah kesabaran baginya..
No comments:
Post a Comment